Pages

Saturday, March 2, 2013

Boneka Beruang Ini Bisa Jadi Penyelamat Saat Bencana

Boneka Beruang Ini Bisa Jadi Penyelamat Saat Bencana

Liputan6.com, Jakarta : Tragedi gempa besar dan tsunami yang menghantam Tohoku, Jepang hampir dua tahun sudah berlalu. Peristiwa itu terjadi tepat pada tanggal 11 Maret 2011.

Saat itu, bencana gempa dan tsunami yang menghantam Jepang itu hanya berselang 45 menit dengan bencana nuklir di Fukushima yang menyusul setelahnya. Keduanya tercatat jadi bencana besar dalam sejarah Jepang.

Kejadian itu membuat gempa kit menjadi barang penting yang harus disiapkan oleh masyarakat Jepang. Namun, persiapan menghadapi bencana bukan berarti membuat ruang bawah tanah dan koper besar.

Sebuah boneka beruang yang imut pun ternyata bisa juga dijadikan perabotan untuk persiapan menghadapi bencana yang mungkin terjadi kapan saja. Boneka berbentuk beruang ini dinamai Rirakkuma.

Boneka buatan Sanx-X tersebut menjadi salah satu produk yang populer di Jepang. Dikutip Liputan6.com dari Ubergizmo, Sabtu (2/3/2013), nama Rirakkuma sendiri diambil dari perpaduan bahasa Jepang yang artinya 'santai' dan 'beruang'.

Rirakkuma berisi penyimpanan air, jaket, senter kecil, peluit dan makanan dasar agar bisa tetap bertahan hidup. Perlengkapan gempa dari San-X juga tersedia dalam bentuk Hello Kitty untuk para wanita.

Boneka pesiapan bencana ini sepertinya bagus juga untuk persiapan bencana banjir atau gempa yang sering melanda di Indonesia. Bagaimana menurut Anda?

(DEN/DEW)

Thursday, February 28, 2013

BlackBerry Kritik Keamanan Android


BlackBerry Z10 (ash/inet)London - Rob Orr, salah satu bos BlackBerry di Inggris mengkritik pedas Android. Menurutnya, sistem operasi robot (OS) hijau ini punya kelemahan yang sudah menjadi sifatnya, untuk urusan pengamanan data.

Sebelumnya diberitakan, Samsung pada perhelatan Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, mendemokan bagaimana Galaxy S III dibenamkan dua OS. Ini memungkinkan Galaxy S III mendukung program bring your own device (BYOD) yang tengah marak di kalangan enterprise.

BlackBerry sendiri pada peluncuran BlackBerry Z10, telah lebih dulu memperkenalkan konsep ini di smartphone teranyarnya tersebut. Seperti diketahui, ponsel 'BYOD' memungkinkan pengguna bisa benar-benar memisahkan antara pekerjaan dengan kehidupan personal di satu perangkat.

Reputasi BlackBerry dalam urusan keamanan tentu menjadi andalannya dalam mempopulerkan konsep ini. Sementara Android, menurut Rob, dengan sifat keterbukaannya tidak cukup aman untuk BYOD.

"Setiap sistem untuk mengamankan data ibarat hanya sekuat link terlemah. Ada sebuah kelemahan yang melekat dalam setiap sistem operasi terbuka seperti Android," ujarnya seperti dilansir Telegraph, Rabu (27/2/2013).

Masih menurut Rob, kondisi ini juga diperburuk dengan banyaknya malware di toko aplikasi. Disebutkannya, para pengguna di kalangan bisnis telah dipaksa untuk berkompromi soal keamanan perangkat di perangkat yang disebutnya 'ramah konsumen'.

Seperti diketahui, perangkat Android dan Apple saat ini menjadi kunci tren BYOD di kalangan enterprise. Padahal pasar ini semula didominasi BlackBerry yang mengandalkan keamanan perangkatnya.

( rns / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Gates & Zuckerberg Imbau Anak-anak Belajar Coding


Jakarta - Bill Gates dan Mark Zuckerberg adalah dua nama terkenal dari jagat teknologi. Mereka tengah berkampanye yang mengharapkan semua anak belajar melakukan coding.

Ya, kesuksesan Gates membangun Microsoft dan Zuckerberg antara lain berkat kegemaran mereka melakukan pemrograman komputer sejak masa kecil. Jack Dorsey, pendiri Twitter, juga mengutarakan hal yang sama.

"Saya berusia 13 tahun ketika pertama kali mendapatkan akses ke sebuah komputer," kata Gates. Adapun Mark Zuckerberg mengaku pertama kalinya memakai komputer adalah pada saat kelas 6 SD.

Dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Kamis (27/2/2013), video yang mengkampanyekan coding pada anak-anak ini digagas oleh Code.org, sebuah organisasi non profit. Mereka menggelar program kursus coding online.

Tidak hanya para tokoh dari dunia teknologi saja yang berkampanye soal coding melalui video ini. Juga ada pentolan grup Black Eyed Peas, Will.i.am, dan bintang basket NBA Chris Bosh.

Berikut videonya:

( fyk / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

'Medan Cyber Crime Indonesia Lebih Berat Dibanding Amerika'


Ilustrasi (Ist.)Jakarta - Dunia cyber memang membawa manfaat bagi banyak pengguna. Namun di lain sisi, banyak juga kasus kriminal yang muncul dari dunia maya.

Di Indonesia, situasi cyber crime-nya sendiri bahkan dinilai lebih berat dibandingkan negara lain, termasuk Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Grawas Sugiharto selaku Pemeriksa Barang Bukti Digital CCIC Bareskrim Mabes Polri.

Di sela-sela acara Piracy & Malware Study Southeast Asia Press Conference yang digelar di Ritz Carlton, Jakarta Pusat, Grawas mengatakan, "Medannya (cyber crime-red) lebih berat dibanding Amerika. Kalau Amerika mereka punya social security number, kalau kita KTP saja 1 orang bisa punya 3-4 KTP, e-KTP sendiri masih dalam tahap penyusunan".

Mabes Polri sendiri mengklaim telah memiliki laboratorium terbaik di Asia sehingga menunjang penegakan hukum.

"Kalau sisi penegakan hukum kita harus bangga. Karena dari satu sisi laboratorium forensik kita terbaik di Asia, kita kemarin komparasi Asia Tenggara, bahkan Australia saja bilang tempat kita lebih bagus," tambah Grawas.

Sebenarnya, kasus cyber crime apa saja yang meresahkan masyarakat sekarang ini? Menurut Grawas, kasus penipuan masih menjadi masalah utama.

"Kalau kasus yang banyak sejauh ini penipuan, entah dia memakai media internet atau SMS karena masyarakat kita mudah tergiur kata-kata murah, gratis, dan sebagainya," jawabnya di hadapan sejumlah wartawan, Rabu (27/2/2013).

Ia juga menambahkan kasus judi online, SMS 'Mama Minta Pulsa' dan pencemaran nama baik adalah kasus-kasus yang juga sering terjadi.

Grawas menambahkan tantangan penegakan hukum cyber crime kian berat dengan makin berkembangnya teknologi.

"Kalau dulu bercakap-cakap dengan SMS sekarang ada email, bahkan lebih canggih lagi pake BBM (BlackBerry Messenger), WhatsApp sehingga makin berat tantangannya. Kita berharap dari sisi legalitas, UU ITE juga mencakup perubahan teknologi ini, sehingga dari segi penegakan hukum juga lebih mudah," pungkasnya.

( sha / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Telkomsel Perkuat Jaringan Halo-halo di Arena Java Jazz


Suasana acara (Inet)Jakarta - Dalam sebuah acara yang melibatkan ribuan orang dalam satu titik keramaian, kelancaran komunikasi lewat telepon seluler kerap menjadi kendala utama. Nah, bagaimana dengan Java Jazz yang akan digelar akhir pekan ini?

Sebagai salah satu sponsor utama di acara musik ini, Telkomsel merasa ikut bertanggung jawab atas kelancaran komunikasi pelanggannya di acara itu dengan memperkuat jaringannya di seputar area.

Nah, di satu sisi, upaya Telkomsel memperkuat infrastruktur jaringan memang akan menguntungkan pelanggannya dalam berhalo-halo ria. Namun di sisi lain, pancaran sinyal Telkomsel yang sangat kuat bisa saja mengganggu sinyal operator lain.

Nah, bagi yang kurang paham dengan masalah ini ujung-ujungnya bisa saja membuat Telkomsel dituding sengaja memblokir jaringan operator lain. Padahal, belum tentu begitu ceritanya.

Head of Corporate Communication Group Telkomsel, Adita Irawati, juga membantah hal itu. Menurutnya, tidak masuk akal jika Telkomsel sengaja berbuat demikian untuk menjegal kompetitornya karena Telkomsel juga masih butuh operator lain untuk interkoneksi.

"Ya, misalnya pelanggan Telkomsel ingin menelepon atau mengirimkan SMS ke operator lain. Kalau kita blokir, logika bisnisnya di mana?" paparnya dalam pertemuan dengan sejumlah media di Plaza Kuningan, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Ia menambahkan, aksi blokir dengan cara jamming tak biasa dilakukan oleh operator. Ia mengakui, jamming semacam itu memang pernah dilakukan, namun itu sifatnya yang menyangkut keamanan nasional. Ini pernah terjadi saat Presiden Amerika Serikat Barack Obama berkunjung ke Indonesia.

Adita pun menjelaskan, jika terjadi penurunan kualitas layanan, penyebabnya mungkin bermacam-macam. Kondisi untuk setiap jenis layanan pun berbeda-beda, misalnya antara layanan voice dan data.

Di voice, menurutnya, menggunakan konsep real time. Jadi, ketika banyak orang melakukan panggilan secara bersamaan, maka bakal terjadi penurunan kualitas layanan.

"Berbeda dengan data, konsep data itu kan mengirimkan. Jadi sekali tidak terkirim, maka data akan mengirimkan kembali. Makanya kelihatannya lambat," sebut mantan petinggi Indosat tersebut.

Adita juga menegaskan, pelanggan Telkomsel yang nanti ikut menyaksikan Java Jazz tak lagi dipusingkan dengan masalah telekomunikasi. Sebab, anak usaha Telkom ini telah menyiapkan jaringan yang memadai.

"Melihat banyak orang dalam satu titik kita bisa menjamin akan membuat nyaman, namun kami minta maaf kalau misalnya tidak terlalu kencang. Tapi kami berkomitmen untuk membuat jaringan semaksimal mungkin," ujarnya.

Sementara Aris Widiyanto, Head Network Resource Assurance Telkomsel menambahkan, untuk menyukseskan acara tersebut pihaknya akan menyiapkan 7 base transceiver station (BTS).

"Jadi lima merupakan BTS existing yang ada di sekitar venue acara, nantinya kita akan upgrade. Sementara dua BTS lainnya kita pasangi Combat untuk mobile BTS," tambah Aris.

Selain itu, Telkomsel juga akan memasang 50 titik WiFi untuk pelanggan Flash Zone dan beberapa BTS Indoor untuk memperkuat jaringan.

"Belajar dari Java Jazz tahun lalu, terjadi peningkatan hingga 300% dari semua sisi trafik. Dengan peningkatan ini, kami harapkan pelanggan kami di Java Jazz akan semakin nyaman," tandasnya.

( tyo / rou )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Google+ Tampilkan Fitur ala Facebook Connect


(Ist)San Francisco - Google membuat platform jejaring sosialnya, Google+, menjadi lebih sosial. Langkah signifikan diambil Google untuk lebih menyaingi Facebook dan Twitter.

Akun Google+ kini bisa digunakan untuk sign in ke aplikasi atau sebuah website. Ini mirip seperti Facebook Connect dan Sign in with Twitter. Bisa ditebak, langkah ini akan membuat akun Google kian erat dengan internet.

"Ini adalah salah satu peluncuran paling signifikan yang muncul dari platform Google+," kata David Glazer, Engineering Director di Google+ seperti dilansir Cnet, Rabu (27/2/2013).

Sejak kemunculannya, Google+ memang kerap disebut-sebut akan menyaingi Facebook. Bukan tanpa sebab, Google sebagai si pemiliknya telah lebih dahulu menguasai jagat internet. Sangat mudah bagi Google mengintegrasikan semua layanannya dengan jejaring sosialnya tersebut.

Meski jumlah penggunanya masih belum menyaingi Facebook, namun pertumbuhan yang cukup cepat diyakini Google sanggup melampaui situs milik Mark Zuckerberg tersebut. Pada 2012, Google menargetkan bisa menggaet hingga 400 juta pengguna.

( rns / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Harus Pro HAM, Internet Indonesia Jadi Perhatian Dunia


Ilustrasi (Ist.)Jakarta - Tata kelola internet harus melibatkan pemangku kepentingan majemuk (multi-stakeholder). Dengan demikianlah maka internet dapat dimanfaatkan secara optimal bagi penegakan hak asasi manusia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Frank La Rue, Special Rapporteur PBB untuk Kebebasan Berekspresi. "Model multi-stakeholder bisa menjadi solusi agar (tata kelola Internet) tidak berpihak hanya pada kepentingan pihak tertentu," ditegaskan La Rue saat berbincang dengan Donny B.U. yang mewakili masyarakat sipil Indonesia melalui ID-CONFIG (Indonesian CSOs Network for Internet Governance).

"Dengan pelibatan multi-stakeholder maka beragam agenda kepentingan dari pemerintah, sektor privat, akademisi, dan masyarakat sipil dapat didiskusikan bersama. Tidak boleh ada yang merasa atau memposisikan dirinya paling dominan," ujarnya di sela-sela persiapan pertemuan Multi Advisory Group (MAG), Internet Governance Forum (IGF) di UNESCO, Paris.

Pablo Hinojosa, Direktur Public Affairs Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) menegaskan hal yang sama mengenai persiapan Indonesia untuk IGF ke-8 di Bali.

"Indonesia di dalam mempersiapkan IGF dapat menjadi contoh tentang bagaimana proses pelibatan multi-stakeholder tersebut dijalankan secara inklusif. Pelibatan multi-stakeholder ini menarik untuk dicermati," tambahnya.

Saat ini delegasi RI yang tergabung dalam ID-IGF sedang berada di Paris, selain untuk mengikuti sidang WSIS +10 dan pertemuan MAG IGF, juga untuk melakukan penggalangan dana (fundraising) untuk pelaksanaan acara Konferensi Global IGF ke-8 di Bali pada bulan Oktober 2013 nanti.

IGF adalah forum bagi pemangku kepentingan majemuk untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan tata kelola internet secara setara, inklusif, dan terbuka. IGF diinisiasi oleh PBB pada Juli 2006.

ID-CONFIG untuk pertama kalinya diinisiasi oleh Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), ICT Watch, Relawan TIK Indonesia, Center for Innovation Policy & Governance (CIPG) dan Hivos, pada 12 Desember 2012.

Sebagai sebuah forum dialog yang terbuka, ID-CONFIG melibatkan secara erat dan substansial sejumlah organisasi masyarakat sipil di Indonesia terkait dengan tata kelola internet.

( ash / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!